info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Dewan Mempertanyakan Izin Galian C di Jatidukuh

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Edi Ikhwanto, Dewan
Edi Ikhwanto, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto

Lenteramojokerto | Mojokerto – Polemik Galian C di Jatitudukuh, Kecamatan Gondang mendapatkan atensi khusus dari Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto.

Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto sempat mempertanyakan perizinan pertambangan Galian C di Desa Jatidukuh lantaran tidak mendapatkan Rekomendasi dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Edi Ikhwanto, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto mengatakan, Komisi III sudah melakukakan hearing dan meminta keterangan dari pihak terkait termasuk BBWS. Dalam hearing tersebut BBWS mengatakan tidak pernah memberi rekom atas izin di Galian C di Jatidukuh.

BACA JUGA :  Kasus Limbah di Bekas Galian C Mojokerto, Polres Uji Sampel ke DLH Jatim

“Tapi kok bisa mendapatkan izin ?.” Herannya.
Lebih lanjut, Edi merasa aktivitas pertambangan Galian C di Jatidukuh sudah tidak sesuai dengan aturan yang berlaku yang menyebutkan bahwa titik lokasi tambang minimal berjarak 50 meter.
“Waktu sidak kemarin kita menemukan jarak lokasi tambang dengan bibir sungai 0 meter.” Jelasnya.

Langkah selanjutnya, Anggota dewan dari fraksi PKB mangatakan akan mendesak pihak ESDM untuk meninjau kembali perizinan yang berada di desa Jatidukuh.

BACA JUGA :  Belum Ada Tersangka, Kejaksaan Tanyakan Perkembangan Hasil Penyidikan Kasus Uang Baru 3,7 M

“Kami sudah bertanya kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan mereka mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah memberikan rekomendasi terkait perizinan di desa Jatidukuh. Tentunya ini akan menjadi bahan kami untuk mendesak ESDM untuk meninjau perizinan di Jatidukuh karena sudah merusak lingkungan.” ujarnya.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra