info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Ini Penjelasan Lengkap Pakar Unair Soal Vaksin AstraZeneca, Dijamin “Halal”

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Foto Foto : Vaksin AstraZeneca
Foto : Vaksin AstraZeneca

Lenteramojokerto.com I Jakarta — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah memberikan izin pendistribusian 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca mulai pekan depan. Hal itu BPOM usai meninjau laporan kasus pembekuan darah di negara Eropa.

Ditegaskan, kasus pembekuan darah di Eropa tak berkaitan dengan vaksinasi. Terlebih, kondisi koagulasi atau pembekuan darah menjadi salah satu kasus yang banyak ditemukan di dunia.

“Hasil evaluasi uji klinik secara keseluruhan AstraZeneca dua dosis interval 8-12 minggu total 23.475 subyek aman dan ditoleransi dengan baik,” kata juru bicara vaksinasi COVID-19 BPOM Lucia Rizka Andalusia dalam konferensi pers Jumat (19/3/2021), menegaskan keamanan vaksin, seperti dikutip dari laman detik.com.

Dr dr M Atollah Isfandi MKes, epidemolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga juga menyebut vaksin AstraZeneca dikategorikan ‘halal’. Pertimbangan kehalalan vaksin COVID-19 melihat kaidah-kaidah yang disarikan dari Al Quran dan Hadist seperti berikut.

BACA JUGA :  Bertemu Duta Besar Amerika Serikat, Mendag Zulhas: Sepakat Pererat Hubungan Ekonomi di Kawasan

“Jika ini masih tahap percobaan clinical trial fase 1, dan setelah itu langsung dikomersilkan atau langsung dipakai, maka itu melanggar kaidah yang pertama dan itu hukumnya haram, meskipun kita memakai benda yang suci,” jelas Dr Atollah.

Sementara vaksin AstraZeneca sudah menjalani uji klinis tahap ketiga dengan laporan interim report efikasi 62,1 persen.

Niat
“Artinya, sebagus apapun bendanya, proses pembuatannya, namun jika tujuannya untuk kemudharatan (keburukan) pasti haram,” tegasnya.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra