info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

DPRD Kab Mojokerto Sidak Galian C di Jatidukuh, Edi Ikhwanto : Ada Kerusakan Lingkungan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto Sidak Galian C
Foto Edi Ikhwanto, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto
Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto Sidak Galian C
Edi Ikhwanto, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto

Lenteramojokerto | Mojokerto – Warga mengeluhkan aktivitas tambang yang merusak jalur irigasi, Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto melakukan sidak ke lokasi pada, Jum’at (12/3/2021). Pertambangan Galian C yang berada di Dusun Geruh, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Mojokerto sempat mendapatkan protes dari warga sekitar. Alasan warga melakukan protes lantaran perizinan tidak sesuai dan merusak irigasi pengairan sawah warga.

BACA JUGA :  Diduga Melakukan Pencabulan Anak, Guru Ngaji di Sooko Dilaporkan ke Polisi

Menurut keterangan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto, Edi Ikhwanto, dalam sidak yang berlangsung pagi hari tadi. DPRD Kabupaten Mojokerto mengatakan bahwa ada temuan pelanggaran yang berdampak pada kerusakan lingkungan.

“Ya waktu sidak tadi yang paling kita soroti adalah kerusakan lingkungan. Ndak boleh lah bibir sungai digali seperti itu.” Ujar Edi saat diwawancarai via telfon.

Anggota DPRD yang berasal dari fraksi PKB ini juga membenarkan keluhan petani terkait irigasi yang berdampak pada sawah mereka.

BACA JUGA :  Ustadz di Sooko Diduga Cabuli 3 Muridnya, Korban Mengaku 25 Kali Dicabuli

“Iya sempat tadi menemui petani setempat. Mereka memang mengeluhkan irigasi yang rusak. Soalnya sawah mereka mengandalkan sungai tersebut untuk pengairan sawah mereka.” Ujarnya.

Lebih lanjut, Edi mengatakan bahwa tambang yang beroperasi sudah memiliki izin.

“Setelah kami cek pengusaha yang menambang di wilayah tersebut memang sudah mengantongi izin untuk menambang batu andesit. Namun saat kami melakukan sidak, aktivitas pertambangan berhenti jadi kami tidak bisa memastikan apakah yang mereka keluarkan batu atau tanah seperti yang warga keluhkan.” Imbuh Edi.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra