info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Tambang Membuat Air Keruh, Petani Jatidukuh Mengeluh

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Tambang, Jatidukuh, Petani, Mengeluh, Data Galian C,
Foto Petani Jatidukuh mengeluhkan tambang yang membuat air keruh
Tambang, Jatidukuh, Petani, Mengeluh
Petani Jatidukuh mengeluhkan tambang yang membuat air keruh

Lenteramojokerto | Mojokerto – Aktivitas pertambangan yang membuat air keruh membuat Petani Jatidukuh mengeluh lantaran tanaman padi mereka terancam gagal panen.

Keruhnya air berawal dari adanya aktivitas pertambangan Galian C yang berada di Dusun Geruh, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang Mojokerto yang berada di sebelah sawah warga.
Menurut keterangan petani Jatidukuh yang tidak mau menyebut namanya mengatakan, petani terancam hasil sawah mereka rusak lantaran kualitas air yang keruh.

BACA JUGA :  Ketua KPRI Budi Artha Anggap RAT Luar Biasa Cacat Secara Hukum

“Ya kan bisa merusak padi yang kita tanam. Soalnya air yang keruh bisa membuat proses pertumbuhan padi tidak optimal.” Ujar salah satu petani setempat saat di wawancara lenteramojokerto.com pada, Senin (08/03/2021).

Petani juga mengeluhkan terkait jalur irigasi yang di buat oleh pertambangan dengan bahan dari drum tersebut sudah mulai rusak.

“Ya itu kalau rusak siapa yang mau tanggung jawab. Kan pengairan sawah kami berasal dari situ, kalau sampai ambrol ya pengairan sawah bisa terkendala juga.” Ungkap petani Jatidukuh.

BACA JUGA :  Barang Bukti Narkoba hingga Bak Mandi Dimusnahkan Kejari Kabupaten Mojokerto

Selain itu, petani juga takut jika tambang terus beroperasi bisa membuat mereka gagal panen.

“Sudah dua bulan airnya keruh. Ya kalau hasil sawahnya rusak saya makan gimana mas, kan selama ini kita hidup bergantung dari hasil sawah.”
Petani Jatidukuh mengharapkan jalur irigasi bisa dibetulkan seperti sedia kala.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra