info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Ini Pandangan Warga Sekitar Tentang Kiai Cabul di Jombang Yang Perkosa Santriwatinya 

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Ini Pandangan Warga Sekitar Tentang Kiai Cabul di Jombang Yang Perkosa Santriwatinya 
Foto pelaku saat diamankan
Ini Pandangan Warga Sekitar Tentang Kiai Cabul di Jombang Yang Perkosa Santriwatinya 
pelaku saat diamankan

lenteramojokerto.com | Jombang – Kiai S (50) pimpinan Pondok Pesantren (ponpes) di Jombang yang telah melakukan pemerkosaan terhadap  santriwatinya, ternyata warga sekitar memandang negatif terhadapnya. 

Warga sekitar ponpes yang berada di Kecamatan Ngoro, Jombang, memang telah lama mempunyai pandangan negatif kepada S. Seperti yang dikatakan MI (43), warga yang tinggal di depan ponpes, ia menilai S selama ini tertutup dengan warga sekitar ponpes.

Dikutip dari lenterainspiratif.id “Warga sudah dengar semua kasusnya. Saya tidak kaget, biasa saja, memang sudah kelakuannya,” kata MI kepada wartawan di rumahnya, Selasa (16/2/2021).

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala Desa setempat, Suhartana. S tak hanya dikenal sebagai pribadi yang tertutup, namun selama ini S juga tak pernah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Ketika ada acara ataupun pengajian di ponpes, masyarakat sekitar juga tidak pernah di undang.

BACA JUGA :  Usut Dugaan Korupsi BPRS, Kejaksaan Kota Mojokerto : Calon Tersangka Lebih Dari Satu

“Pondok itu tertutup. Muridnya banyak yang dari luar Jombang. Jumlah muridnya saja saya tidak tahu. Dia (Kiai S) itu tidak ada kontribusi sama sekali ke desa,” terangnya.

Suhartana menyayangkan, Kiai S juga tidak pernah berkoordinasi dengan pemerintah desa terkait kegiatan belajar mengajar selama pandemi COVID-19. Padahal, banyak santri yang berasal dari luar Kabupaten Jombang.

“Seharusnya laporan, ini tidak ada laporan sama sekali. Kalau saya ditegur Camat ya, saya persilakan ke pondoknya, saya antarkan,” ungkapnya.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra