ADVERTISEMENT

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Walikota Mojokerto Turung Tangan

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Walikota Mojokerto Turung Tangan
walikota mojokerto mengunjungi warga terdampak puting beliung
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on google
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Walikota Mojokerto Turung Tangan
Walikota Mojokerto mengunjungi warga terdampak puting beliung

lenteramojokerto.com | mojokerto hari ini  – Hujan deras disertai angin kencang pada Kamis (7/1/2021) lalu menimbulkan sejumlah kerusakan rumah warga di Kota Mojokerto. membuat Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari turun tangan dan menginstruksikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) untuk segera melakukan asesmen atas rumah warga yang rusak pada Jumat (8/1/2021) esoknya.

Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini, juga turun langsung meninjau rumah warga yang rusak. Sekaligus, memberikan bantuan berupa perbaikan rumah pada Sabtu (9/1/2021). Dengan didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos PPPA, Heru Setyadi, Kepala Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mojokerto KH Ma’shum Maulani, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Hatta Amrulloh, Camat serta lurah, Ning Ita menyusuri satu persatu bangunan rumah yang rusak.

“Hujan yang melanda Kota Mojokerto, akhir-akhir ini cukup deras disertai dengan angin kencang. Dan Kota Mojokerto, merupakan salah satu daerah dari 22 daerah di Jawa Timur yang dilanda fenomena La Nina dan Hidrometeorologi. Untuk itu, kewaspadaan dari masyarakat sangat dibutuhkan. Kami mengimbau, agar semua masyarakat lebih mawas diri saat hujan deras,” jelas walikota perempuan pertama di Mojokerto ini.

Dari sebelas rumah yang mengalami kerusakan bangunan, lanjut Ning Ita, tiga di antaranya mengalami kerusakan berat, tiga lainnya rusak dengan kategori sedang dan sisanya mengalami kerusakan ringan. Kendati demikian, Pemerintah Kota Mojokerto bersama Baznas Kota Mojokerto tetap memberikan bantuan berupa renovasi atau perbaikan pada bangunan yang rusak milik masyarakat senilai Rp 7.810.000.

Berita Terkait