ADVERTISEMENT

Sebut Pernah Gangguan Jiwa, Pendemo Kasun Pungging Dipolisikan

Dianggap Tak Berdasar, Pendemo Tuntut Kasun Pungging Mundur Akhirnya Dipolisikan
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on google
Dianggap Tak Berdasar, Pendemo Tuntut Kasun Pungging Mundur Akhirnya Dipolisikan
Pengaduan polisi di polres mojokerto

Lenteramojokerto.com | Mojokerto hari ini – Sebut kasun pernah idap gangguan jiwa, pendemo Kasun Pungging balik dilaporkan ke polisi. Demo terhadap kasun oleh segelintir warga Dusun Pungging, Desa Pungging, Kecamatan Pungging, pada minggu (29/11) lalu, menuntut Surono Kepala Dusun (Kasun) agar turun dari jabatannya.

Selain dianggap tak berdasarkan dan mengada-ada, tuntutan warga juga menyerang pribadi, sehingga kuasa hukum kepala dusun melaporkan ke pihak berwajib. Menurut Hari Tjahyono, kuasa hukum Kepala Dusun, ia terpaksa melaporkan pendemo lantaran tuntutannya menyerang pribadi dan mencemarkan nama baik kliennya.

“Sudah kita laporkan ke Polres Mojokerto. Karena menurut kita tuntutannya mencemarkan nama baik,” terangnya, Kamis (3/12/2020).

Hari menjelaskan empat tuntutan warga sangat tidak berdasar dan menyerang pribadi kliennya. Ia mencontohkan salah satu, tundingan pendemo jika Surono mengalami sakit jiwa sangat tidak masuk akal.” Tudingan itu jelas menyerang pribadi. Perlu diketahui jika pak Surono tidak pernah sakit jiwa,” tegasnya.

Lebih lanjut Hari mengatakan jika memang kliennya sakit jiwa, tentu roda pemerintahan tak akan berjalan. Namun faktanya, roda pemerintahan Dusun Pungging berjalan baik.” Sekarang logikakan saja, kalau sakit jiwa mana mungkin bicara nyambung, roda pemerintahan bisa jalan dengan baik,” terangnya.

Laporan Masuk ke Polres

Hari mengatakan, timnya sudah melaporkan pendemo ke Polres Mojokerto pada Senin (30/11/2020) lalu.” Sudah masuk laporannya ke Polres Mojokerto,” pungkasnya.

Berita Terkait