HOME // Terkini

 

Sebut Pernah Gangguan Jiwa, Pendemo Kasun Pungging Dipolisikan

 Pada: 3 Desember 2020

Dianggap Tak Berdasar, Pendemo Tuntut Kasun Pungging Mundur Akhirnya Dipolisikan
Pengaduan polisi di polres mojokerto

Lenteramojokerto.com | Mojokerto hari ini – Sebut kasun pernah idap gangguan jiwa, pendemo Kasun Pungging balik dilaporkan ke polisi. Demo terhadap kasun oleh segelintir warga Dusun Pungging, Desa Pungging, Kecamatan Pungging, pada minggu (29/11) lalu, menuntut Surono Kepala Dusun (Kasun) agar turun dari jabatannya.

Selain dianggap tak berdasarkan dan mengada-ada, tuntutan warga juga menyerang pribadi, sehingga kuasa hukum kepala dusun melaporkan ke pihak berwajib. Menurut Hari Tjahyono, kuasa hukum Kepala Dusun, ia terpaksa melaporkan pendemo lantaran tuntutannya menyerang pribadi dan mencemarkan nama baik kliennya.

“Sudah kita laporkan ke Polres Mojokerto. Karena menurut kita tuntutannya mencemarkan nama baik,” terangnya, Kamis (3/12/2020).

Hari menjelaskan empat tuntutan warga sangat tidak berdasar dan menyerang pribadi kliennya. Ia mencontohkan salah satu, tundingan pendemo jika Surono mengalami sakit jiwa sangat tidak masuk akal.” Tudingan itu jelas menyerang pribadi. Perlu diketahui jika pak Surono tidak pernah sakit jiwa,” tegasnya.

Lebih lanjut Hari mengatakan jika memang kliennya sakit jiwa, tentu roda pemerintahan tak akan berjalan. Namun faktanya, roda pemerintahan Dusun Pungging berjalan baik.” Sekarang logikakan saja, kalau sakit jiwa mana mungkin bicara nyambung, roda pemerintahan bisa jalan dengan baik,” terangnya.

BACA JUGA :  WOM Finance Perusahaan Besar Didemo Ini Alasanya

Laporan Masuk ke Polres

Hari mengatakan, timnya sudah melaporkan pendemo ke Polres Mojokerto pada Senin (30/11/2020) lalu.” Sudah masuk laporannya ke Polres Mojokerto,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasun Pungging Surono mengatakan, tudingan warga pada dirinya sangat tidak berdasar. Ia dengan tegas mengaku tak pernah masuk RSJ lantaran sakit jiwa. ” Saya akui memang pernah rehabilitasi tapi bukan sakit jiwa, namun akibat Napza. Kalau sakit jiwa mana mungkin bisa memimpin masyarakat,” jelasnya.

Terkait tudingan korupsi dan gratifikasi dana yang mencapai Rp 2 miliar, Surono menjelaskan tudingan itu sangat salah. Ia tak pernah menyelewengkan dana dari dua perusahaan yang ada di wilayahnya. ” Dana kompensasi dari salah satu perusahaan sudah tersalurkan semua ada laporannya bisa dicek. Tidak ada yang saya pakai,” tegasnya.

Tepis Dugaan Korupsi dan Gratifikasi

Surono menjelaskan, uang yang bernilai milyaran itu adalah hasil dari kerjasama antara perusahaan PT Dinamika Megatama Citra (DMC), PT Supracor Sejahtera (SPS) dan CV Sinar Sejahtera miliknya yang bergerak dalam bidang jasa angkutan.

BACA JUGA :  Banyak Galian C Ilegal Di Mojokerto, ABRM Gerudug Pemkab Mojokerto

“Jadi yang anggapan warga bahwa Adanya pelanggaran hukum berupa tindak pidana korupsi atau gratifikasi yaitu mengenai tidak turunnya dana kompensasi Desa dari perusahaan PT. SPS selama kurang lebih 5 tahun senilai kurang lebih Rp 2 miliar. Sangat salah,” jelasnya.

Sementara itu, Budi salah satu Ketua RT 02 RW 04 membenarkan penjelasan kasun Surono. Pasalnya, setiap ada kebijakan apapun selalu melibatkan pihak RT sebanyak 19 RT dan 3 RW.

“Setahu saya kompensasi dari perusahaan PT. DMC mendapatkan kompensasi di dusun sebesar besaran UMK Mojokerto, dan hal itu saya rasakan betul bahkan dana di RT dari dusun saya kembangkan untuk simpan pinjam warga,” terangnya.

Sebelumnya, puluhan Warga melakukan aksi demo di depan kantor Balai Desa Pungging Kecamatan Pungging, Mojokerto, Minggu (29/11/2020) lalu.

Warga meminta mengganti kepala Dusun Pungging lantaran adanya pelanggaran hukum. Dugaan tindak pidana korupsi / gratifikasi yaitu mengenai tidak turunnya dana kompensasi Desa dari perusahaan PT. SPS selama kurang lebih 5 tahun senilai kurang lebih 2 miliar dan Yang bersangkutan sedang / pernah mengalami gangguan jiwa / kejiwaan.

BACA JUGA :  Warga Pungging Jadi Korban Bius Uang Rp 40 Juta Amblas

Juru bicara koordinasi aksi Sunindar mengatakan, aksi warga ini menuntut Kasun Pungging turun dari jabatannya lantaran pernah mengalami gangguan jiwa.

“Yang jelas selaku Kasun itu memegang kartu kuning artinya pernah mengalami gangguan jiwa jadi kita warga sepakat dari situ tidak mau lagi untuk menjadi pimpinan di Dusun,” ungkapnya.

Menurut Sunindar, gangguan jiwa Kasun itu sudah puluhan tahun. Sementara ia menjabat sudah sekitar 15 tahun sebagai Kasun Pungging. (Roe )









Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.




VIDEO TERKINI