info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Puting Beliung Porak Porandakan Pohon dan Rumah di Mojokerto

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Puting Beliung Porak Porandakan Pohon dan Rumah di Kutorejo
Foto Foto : kondisi rumah usai terkena puting beliung
Puting beliung Mojokerto
Foto : kondisi rumah usai terkena puting beliung yang melanda Mojokerto

Lenteramojokerto.com | Kutorejo – Angin puting beliung melanda Mojokerto. Sebanyak 40 rumah warga Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto mengalami kerusakan akibat diterpa hujan yang disertai angin kencang. 15 rumah warga mengalami kerusakan parah, dan 25 rumah rusak ringan, beberapa fasilitas umum juga turut rusak diterpa angin kencang.

Dampak angin kencang paling parah tampak di Dusun Sampang, Desa Sampangagung. Salah satu rumah warga yang mengalami kerusakan parah  yakni rumah pasangan omhan (43) dan Supriatin (37), atap ruang tamu mereka banyak yang rontok, dan teras rumah mereka ambruk.

BACA JUGA :  Kasus Dugaan Pencabulan Sesama Jenis di Mojokerto Naik ke Tahap Penyidikan, SPDP Sudah Diterima Kejari

“Tadi jam 2 (pukul 14.00 WIB) hujan campur angin. Anginnya berputar-putar dari arah utara langsung menerjang rumah saya,” kata Rohman Senin (26/10/2020) malam.

Saat angin kencang menerpa rumah mereka, Rohman dan anak keduanya tengah berada di depan rumah, ia kemudian berlari masuk kedalam rumah untuk berlindung.

“Alhamdulillah tidak ada yang kejatuhan genting, tapi kami berharap ada bantuan dari pemerintah desa untuk memperbaiki rumah saya,” ujarnya.

BACA JUGA :  Dugaan Korupsi Anggaran BTT Covid-19 Tahun 2020 Kota Mojokerto Didalami Kejaksaan

Warga lain yang rumahnya juga mengalami kerusakan yakni Kusen (60) dan Ninik (56), rumah mereka yang kebetulan beratap galvalum itu terbang terbawa angin hingga sejauh 50 meter ke arah selatan rumah mereka.

“Saya sedang tidur bersama nenek dan cucu saya. Begitu atap terbang kena angin, kami langsung lari ke dalam rumah bagian depan untuk menyelamatkan diri,” terang Ninik.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra