Kamis, 5 Agustus 2021
ADVERTISEMENT

Ketatnya Verifikasi, Hanya Hanya Tujuh Ponpes Yang Bisa Terima BOP

Ketatnya Verifikasi, Hanya Hanya Tujuh Ponpes Yang Bisa Terima BOP
Foto : Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto, Barozi (kiri) saat memberikan penjelasan

Lenteramojokerto.com | Mojokerto – Dari puluhan Pondok Pesantren (ponpes) Setidaknya hanya terdapat beberapa pesantren di mojokerto yang dapat menerima bantuan hal itu lantaran ketatnya verifikasi berdasarkan petunjuk teknis (Juknis) dari Kementrian Agama (Kemenag) RI.

Puluhan ponpes di Kabupaten Mojokerto harus tereliminasi dari daftar penerima Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dan Bantuan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Bantuan itu diberikan untuk meringankan pengasuh ponpes akibat pandemi Covid-19.

BeritaLainnya

Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto, Barozi mengatakan, dari 26 ponpes yang ada di Kabupaten Mojokerto, hanya 7 lembaga yang dinyatakan lolos verifikasi administrasi untuk program BOP, sedangkan untuk program bantuan PJJ ada tahap pertama 67, untuk tahap kedua hanya 5 lembaga.

“Tujuh yang lolos tersebut sudah memenuhi kriteria 5 tepat. Yakni tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat kegunaan dan tepat laporan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (21/10).

Tak hanya itu, syarat lolos verifikasi, lanjut Barozi, juga dilihat dari legalitas lembaga dan keberadaan izin operasional. “Kebanyakan yang tak lolos itu lantaran tidak lunya nomor statistik ponpes dan izin operasionalnya juga sudah kadaluarsa,” tegasnya.

Selain itu, Ia juga mengaku, ada sejumlah lembaga yang saat dilakukan pengecekan di lokasi, keberadaanya tidak ada. “Namanya terdaftar, tapi saat kita lakukan survey ternyata lembaganya sudah tidak ada, lagi” ujarnya.

BeritaTerkait


Gaya Hidup

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.