info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Fakta Terkini, Mayat Yang Ditemukan Di Hutan Kemlagi Mojokerto

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Kapolsek Kemlagi AKP Supriadi
Foto Foto : korban saat dievakuasi
Kapolsek Kemlagi AKP Supriadi
Foto : korban saat dievakuasi

Lenteramojokerto.com | kemlagi – Terungkap sudah identitas mayat yang ditemukan di hutan Bukit Butak, Kabupaten Mojokerto, dalam kondisi telanjang.

Kapolsek Kemlagi AKP Supriadi mengatakan, korban adalah Sariyono (66), warga Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Identitas pria yang tewas telanjang di hutan Bukit Butak, Kabupaten Mojokerto akhirnya terungkap. Korban pergi dari rumahnya sejak 5-6 hari yang lalu.

Identitas korban terungkap setelah pihak keluarga melapor kehilangan keluarganya, laporan itu diterima polisi pada Senin (19/10) sore.

BACA JUGA :  Pertemuan Bilateral Mendag RI dan Dubes USTR, Mendag Lutfi: Perlu Sinergi Indo-Pasifik dengan ASEAN

Sariyono dilaporkan hilang setelah pergi dari rumah sejak 5-6 hari lalu dengan jalan kaki, keluarga korban menyebut ia memang senang jalan-jalan sendirian.

“Keluarganya mengenali dari ciri-ciri gigi setengah patah cincin dan baju yang ditemukan di TKP,” kata Kapolsek Kemlagi AKP Supriadi, Selasa (20/10/2020).

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan barang milik Sariyono, yakni kemeja lengan panjang warna biru tua, celana dalam pria warna biru muda, serta sebuah cincin warna perak di jari tengah tangan kiri mayat.

BACA JUGA :  Polsek Puri Bekuk Penjual Permen Rasa Sabu Asal Trowulan

“Sesuai identifikasi keluarganya menyatakan baju itu benar milik korban. Kami kuatkan lagi melalui pemeriksaan di RS Bhayangkara Surabaya. Setelah pemeriksaan langsung disucikan dan dibawa pulang keluarganya kemarin malam,” terangnya.

Supriadi menyebut, berdasarkan hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. “Hasil visum luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Penyebab kematiannya mungkin kurang cairan, asupan makanan,” paparnya.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra