ADVERTISEMENT

Kopri Mojokerto Tuntut Usut Tuntas Pelecehan Seksual Di PT. Bondvast

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Kopri Mojokerto Kecam Pelecehan Seksual Di PT. Bondvast
Foto Foto : Mahasiswa Mojokerto kampanyekan kekerasan seksual
Kopri Mojokerto Kecam Pelecehan Seksual Di PT. Bondvast
Foto : Mahasiswa Mojokerto kampanyekan kekerasan seksual

Lenteramojokerto.com | Mojosari – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri) Mojokerto menggelar Kampanye menolak kekerasan dan Pelecehan seksual yang ada di wilayah Mojokerto, Senin, (12/10) siang di jalan Mojosari-Bangsal.

Puluhan perempuan tersebut selain melakukan orasi dan menyebarkan brosur mereka juga membentangkan poster bertuliskan “Stop Kekerasan Seksual di Mojokerto”, juga

BACA JUGA :  Terungkap, Pelaku Penganiayaan Santri Ponpes Mojokerto Bertambah Jadi Lima Orang

Koordinator Aksi Ita Nur Alifah menyampaikan “Massa aksi ini menuntut pengesahan RUU PKS dan mengecam kasus pelecehan di PT. Bondvast, kami menganggap terlalu lambat penanganan kasus kekerasan seksual di Mojokerto,” terangnya

Selain itu, mereka juga menyatakan agar RUU P-KS nanti segera disah-kan, undang-undang yang melindungi hak-hak korban untuk mengakses keadilan, sehingga mendapatkan proses peradilan yang berkeadilan.

BACA JUGA :  Salah Sasaran, Dorong Motor Curian Mogok Hingga 3 KM, Maling Di Surabaya Tertangkap Warga

Sementara itu, Windy Aisty ketua kopri Mojokerto menjelaskan, bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawalan terkait pelecehan seksual hingga tuntas.

“ kami akan terus melakukan pengawalan tentang pelecehan seksual, disamping itu tujuan aksi ini selain mengkampanyekan tentang penolakan kekerasan juga pencegahan, penanganan, perlindungan dan pemulihan korban, serta pemidanaan pelaku,” terangnya

Lebih lanjut, Windy juga menambahkan beberapa tuntutan di antaranya kepolisian untuk menghimbau untuk melindungi buruh pabrik perempuan agar lebih memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan serta melindungi perempuan di pabrik.

BACA JUGA :  Dianggap Jadi Biang Kemacetan, Pemkot Mojokerto Akan Relokasi PKL Di Benteng

“Kami mendapatkan laporan dari korban PT. Bondvast yang diduga korban pelecehan seksual, dari laporan tersebut kami meminta agar pihak kepolisian bertindak adil terhadap pelaku dan segera melakukan penyidikan kasus ini,” Tutup Windy. (fi)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra