info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Langgar Protokol Kesehatan Sejumlah LC Karaoke Terjaring Operasi

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Langgar Protokol Kesehatan Sejumlah LC Karaoke Terjaring Operasi
Foto Foto : LC yang terjaring Razia
Langgar Protokol Kesehatan Sejumlah LC Karaoke Terjaring Operasi
Foto : LC yang terjaring Razia

Lenteramojokerto.com | Mojosari – Pemandu lagu atau LC di Kabupaten Mojokerto terjaring operasi Yustisi. Belasan LC ini terjaring razia lantaran melanggar protol kesehatan saat melayani pelanggan di room karaoke.

2 dua tempat karaoke di Kecamatan Mojosari menjadi sasaran operasi Yustisi, tempat karaoke tersebut berada di Jalan Gajah Mada dan di Ruko Royal Mojosari.

Petugas gabungan Polres Mojokerto, Kodim 0815, Satpol PP, serta Kejaksaan dan Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto memeriksa setiap ruangan di dua tempat karaoke tersebut. Operasi Yustisi ini dipimpin langsung Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander. Tampak Kajari M Hari Wahyudi juga ikut memantau jalannya operasi.

BACA JUGA :  Oknum Pendamping PKH Rangkap Supplier Hanya di SP, Dinsos Dinilai Tidak Tegas

Dari dua tempat karaoke tersebut polisi menindak sebanyak 20 orang yang melanggar protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19, dengan tidak mengenakan masker dan tidak menjaga jarak, 20 orang tersebut terdiri dari 13 LC atau pemandu lagu, dan 8 pria pengunjung karaoke.

Merekapun kemudian diminta untuk membuat surat pernyataan tidak akan melanggar protokol kesehatan lagi, oleh petugas Satpol PP Kabupaten Mojokerto. Tak hanya itu, KTP 20 orang tersebut juga disita dan baru bisa diambil saat sidang tipiring di PN Mojokerto pada hari Rabu (16/9) sekitar pukul 10.00 WIB pagi tadi.

BACA JUGA :  Kasus Limbah di Bekas Galian C Mojokerto, Polres Uji Sampel ke DLH Jatim

“Sesuai Perda Jatim Nomor 2 Tahun 2020 (tentang perubahan Perda Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum), pelanggar perorangan kami beri sanksi administrasi berupa denda maksimal Rp 500 ribu, denda untuk pelaku usaha maksimal Rp 1 juta,” kata AKBP Dony di lokasi operasi, Selasa (15/9/2020).

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra