ADVERTISEMENT

Fakta Baru Penemuan KTP di Markas ISIS Diduga Warga Sooko, Ini Sebenarnya

foto : KTP yang itemukan di markas ISIS
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on google
foto : KTP yang itemukan di markas ISIS

lenteramojokerto.com | Sooko – Kartu Tanda Penduduk yang ditemukan pemberontak Houthi di sarang teroris ISIS di Provinsi Al Bayda Yaman, telah dipastikan bukan milik warga Sooko Kabupaten Mojokerto. Fakta tersebut terungkap setelah dilakukan penelusuran oleh petugas pada basis data dukcapil dan mendatangi alamat yang tertera secara langsung.

“Hasil penelusuran Dispendukcapil, KTP atas nama Syamsul Hadi Anwar bukan warga Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto,” kata Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander kepada wartawan saat mengecek rumah di Perumahan Japan Raya, Jalan Basket Blok NN No 15, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Senin (31/8/2020).

Dony yang telah melakukan pengecekan secara langsung ke alamat yang tertera pada KTP tersebut, mengatakan bahwa tidak pernah ada warga bernama Syamsul Hadi Anwar yang pernah tinggal di rumah Jalan Basket Blok NN No 15 tersebut.

“Setelah kami cek bersama stakeholder terkait, rumah ini ditinggali Muhammad Subekhan. Tahun 2010 dia pindah dari Kabupaten Mojokerto ke Kalimantan Timur. Tahun 2014 disewa koperasi selama dua tahun. Setelahnya tidak ada yang menempati sampai sekarang,” ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Dukcapil Kabupaten Mojokerto Bambang Wahyuadi. Pihaknya telah menelusuri NIK dan nama pada KTP itu namun data tersebut tidak ada.

“Pada NIK itu, kode provinsi, kabupaten dan kecamatan memang benar. Memang sesuai alamat yang tertera itu. Tapi di data base, nama Syamsul Hadi tidak ada, data-data itu tidak ada. Datanya kosong NIK tersebut. Tidak ada di data base nasional,” jelasnya.

Berita Terkait