info kecelakaan, berita hari ini, politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, viral, Indonesia, Internasional, terbaru, berita mojokerto, mojokerto” /> adalah portal berita Indonesia hari ini meliputi, berita politik, kriminal, hukum, peristiwa, terupdate, berita viral, dari Indonesia hingga Internasional, terbaru” />
ADVERTISEMENT

Ini Atensi DPRD Kota Mojokerto Untuk KUA-PPAS Tahun Anggaran 2021

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
uji pramono
Foto foto :
uji pramono
foto : Juru bicara Badan Anggaran (Banggar) Udji Pramono

lenteramojokerto.com | Pemkot Mojokerto –  DPRD Kota Mojokerto menggelar rapat paripurna dengan agenda Penetapan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun 2021 di Aula rapat Kantor DPRD Kota Mojokerto, Jalan Gajahmada No.145, Kota Mojokerto, Rabu (19/8/2020). KUA-PPAS) Kota Mojokerto Tahun Anggaran 2021 akhirnya resmi ditandangani.

Juru bicara Badan Anggaran (Banggar) Udji Pramono mengatakan, Dewan dapat menerima dan menyetujui rasionalisasi struktur KUA-PPAS tahun anggaran 2021 tentang pendapatan daerah, belanja daerah, pembiayaan daerah dan alokasi anggaran, untuk perangkat daerah.

BACA JUGA :  Dugaan Korupsi Anggaran BTT Covid-19 Tahun 2020 Kota Mojokerto Didalami Kejaksaan

Dalam agenda tersebut Dewan menekankan tiga hal penting yang menjadi atensi dalam KUA PPAS 2021 yang akan menjadi landasan yuridis penyusunan RAPBD 2021.

Pertama, efesiensi anggaran agar tidak mengurangi program-program prioritas serta tetap memperhatikan asas kepatutan dan taat terhadap asas hukum yang berlaku.

Kedua, untuk menggerakkan perekonomian rakyat, cara memperbanyak program pembangunan yang padat karya, yang banyak menyerap tenaga kerja. sehingga pembangunan yang dilaksanakan dapat mengurangi kemiskinan dalam kondisi seperti saat ini.

BACA JUGA :  Dugaan Korupsi Anggaran BTT Covid-19 Tahun 2020 Kota Mojokerto Didalami Kejaksaan

“Ketiga, arah kebijakan dalam penanganan pandemi covid-19 haruslah dilaksanakan dengan tajam, terarah, dan fokus sehingga kasus masyarakat yang terpapar covid-19 tidak akan sebanyak seperti saat ini,” kata Udji Pramono.

Lebih lanjut Udji Pramono juga menjelaskan bahwa Banggar dan tim anggaran eksekutif, telah menyepakati beberapa persoalan pokok, Antara lain alokasi penganggaran penanganan covid-19, sebesar Rp 29,8 miliar. diantaranya bidang kesehatan sebesar Rp 2,7 miliar. Dampak ekonomi sebesar Rp 12,4 miliar, jaring pengaman sosial Rp 14,7 miliar.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra