ADVERTISEMENT

video, Proses Evakuasi Korban Ledakan Pabrik Bio Ethanol Mojokerto

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on google

lenteramojokerto.com | Gedeg – Pabrik bioetanol PT Energi Agro Nusantara (Enero) meledak hingga sebabkan beberapa rumah warga mengalami kerusakan, tak hanya itu ledakan tersebut juga menyebabkan satu pekerja tewas sementara 10 orang luka luka.

Dari informasi yang ada bahwa ledakan terdengar hingga radius 4 kilometer. Pasca ledakan, api membakar tangki dan area di sekitarnya. Kerasnya suara dan getaran ledakan membuat warga sekitar pabrik berhamburan menyelamatkan diri. Sejumlah rumah penduduk di Dusun Sukosewu, Desa Gempolkrep rusak imbas dua kali ledakan besar tersebut. Mulai dari plafon runtuh, dinding retak, hingga kaca depan rumah pecah.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi Senin (10/8/2020) mengatakan, sebelum ledakan terjadi, terdapat sejumlah pekerja konstruksi pipanisasi di dekat tangki penampungan bioetanol. Tangki yang berisi sekitar 15.000 liter bioetanol tersebut berada di bagian belakang PT Enero.

Lokasinya sekitar 20 meter di sebelah barat permukiman warga Dusun Sukosewu, Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Menurut Deddy, para pekerja bukan karyawan PT Enero, tapi karyawan perusahaan konstruksi yang menjadi rekanan pabrik bioetanol tersebut.

“Pekerjaan itu berdekatan dengan tangki penampungan bioetanol. Tangki tersebut berisi sekitar 15.000 liter bioetanol,” kata Deddy kepada wartawan di IGD RSUD RA Basoeni, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Senin (10/8/2020).

Menjelang sore, lanjut Deddy, terjadi kebakaran di lokasi konstruksi yang berdekatan dengan tangki bioetanol tersebut. Sekitar pukul 15.30 WIB, dua kali ledakan terjadi di lokasi. Ledakan tersebut dipastikan dari tangki yang berisi sekitar 15.000 liter bioetanol.

Berita Terkait