HOME // Peristiwa // Terkini

 

RSUD Prof Dr Soekandar Hentikan Pelayanan Sementara, Ini Masalahnya

 Pada: 29 Juli 2020

update covid 19
foto : ruang isolasi RSUD Prof Dr Soekandar Kabupaten Mojokerto

lenteramojokerto | Puluhan tenaga kesehatan RSUD Prof Dr Soekandar Kabupaten Mojokerto terpapar COVID-19, atas kejadian tersebut kini RSUD Prof Dr Soekandar terpaksa menghentikan semantara bentuk pelayanan.

,

Diketahui 14 tenaga kesehatan (nakes) di bagian layanan operasi rumah sakit positif COVID-19, saat setelah pihak RSUD Prof Dr Soekandar menggelar tes swab terhadap 34 nakes bagian layanan operasi pada Jumat (24/7/2020) lalu.

Direktur RSUD Prof Dr Soekandar dr Djalu Naskutub mengatakan, kasus positif COVID19 ini terkuak setelah pihaknya menggelar tes swab terhadap 34 nakes bagian layanan operasi pada Jumat (24/7). Hasil pemeriksaan lendir tersebut keluar Minggu (26/7) dan Senin (27/7).

Sedangkan hari ini, terdapat dua nakes yang menyusul dites swab. Sehingga total 36 nakes di bagian layanan operasi RSUD Prof Dr Soekandar yang menjalani tes swab.

“Ada 14 nakes yang positif. Semuanya perawat di OK (Operation Komer/kamar operasi), RR (rocovery room/ruang pemulihan) dan anestesi,” kata dr Djalu kepada wartawan di RSUD Prof Dr Soekandar, Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Mojosari, Selasa (28/7/2020).

Saat ini, 14 perawat tersebut diisolasi di RSUD Prof Dr Soekandar. Menurut dr Djalu, mereka diisolasi di rumah sakit tempat mereka bekerja untuk mencegah penularan ke tempat lainnya.

“Kami tidak bisa memastikan (sumber penularan) karena aktivitas teman-teman nakes tidak hanya di rumah sakit ini. Bisa eksternal atau internal,” ujarnya.

Karena hampir 50 persen nakes di bagian layanan operasi terinfeksi virus Corona, lanjut dr Djalu, maka pelayanan operasi dihentikan sementara mulai hari ini. Selama ditutup, kamar operasi, ruang pemulihan dan anestesi disterilkan menggunakan cairan disinfektan.

Menurut dia, layanan operasi di rumah sakit milik Pemkab Mojokerto ini akan kembali dibuka Senin (3/8) pekan depan. Pihaknya berpedoman pada perubahan kelima Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.

BACA JUGA :  Sabu Hijau Ditemukan Dalam Operasi Tumpas Narkoba Mojokerto

Tadi sudah kami rapatkan, Senin pekan depan kami operasional kembali karena sudah melebihi ketentuan isolasi dalam revisi kelima protokol COVID-19, isolasi 10 hari. Kami hitung sejak tes swab pertama Jumat kemarin,” terangnya.

Untuk sementara waktu, layanan operasi dialihkan ke RSUD RA Basuni di Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. “Kami koordinasikan dengan Dinkes, kita punya RSUD lainnya di kabupaten, seperti RSUD RA Basuni. Kami koordinasikan dengan gugus tugas juga,” pungkas Djalu. (lai)









Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.




VIDEO TERKINI