ADVERTISEMENT

Pertama Kali Pasar Modern Eks Alun Alun di Benteng Akan Pakai Sistem Digital

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Pkl eks alun alun
Foto Foto : Ning ita saat sosialisasikan penempatan di rumah rakyat
Pkl eks alun alun
Foto : Ning ita saat sosialisasikan konsep digital kepada eks-pedagang kaki lima (PKL) Alun-alun di rumah rakyat

Lenteramojokerto.com | Mojokerto -Di tengah arus modernisasi, Pemerintah Kota Mojokerto terus memberikan akses kemudahan kepada masyarakat dalam bertransaksi. Tak terkecuali dalam menggunakan aplikasi non tunai. Untuk itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mulai menerapkan konsep digital kepada eks-pedagang kaki lima (PKL) Alun-alun yang akan direlokasi ke Pasar Modern Benteng Pancasila. Hal ini, disampaikannya dalam audiensi bersama eks-PKL Alun-alun di Rumah Rakyat Hayam Wuruk 50, Magersari, Kamis (23/7/2020) malam.

BACA JUGA :  Dianggap Jadi Biang Kemacetan, Pemkot Mojokerto Akan Relokasi PKL Di Benteng

Inovasi terbaru Pemerintah Kota Mojokerto tersebut, tidak lepas sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus yang saat ini tengah menjadi pandemi di seluruh daerah. Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir lagi saat berkegiatan di luar rumah, terutama area publik seperti pasar tradisional, pasar modern, maupun area publik lainnya. Pasar Benteng Pancasila yang sebelumnya terbakar pada 2017 silam, saat ini tengah proses renovasi tahap akhir. Diperkirakan, pada bulan Agustus mendatang pasar berkonsep modern tersebut siap ditempati oleh para eks-PKL Alun-alun.

BACA JUGA :  Proyek Wisata Bahari Nyaris Tenggelam

“Pasar yang dianggarkan melalui APBN tahun 2019 ini, insyallah akan segera selesai. Sehingga bisa ditempat pada tahun ini. Tentunya, konsep pasar Benteng Pancasila nanti akan berbeda dengan konsep sebelumnya. Dimana, saat ini kami tengah menyiapkan aplikasi penunjang sebagai transkasi jual beli tanpa menggunakan uang cash atau tunai. Pemanfaatan teknologi ini, semata-mata juga sebagai upaya kami Pemerintah Kota Mojokerto dalam memutus mata rantai penyebaran virus. Terutama dalam masa transisi adaptasi tatanan kehidupan baru atau new normal,” jelas Ning Ita, sapaan akrab wali kota.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra