ADVERTISEMENT

Perwali Nomor 55 Tahun 2020 Belum Resmi Diberlakukan

foto : walikota mojokerto Ika puspitasari
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on google
foto : walikota mojokerto Ika puspitasari

lenteramojokerto.com | Mojokerto – Walikota Mojokerto akan memberi toleransi perpanjangan waktu sosialisasi aturan hingga 14 hari kedepan. Tak hanya itu, Wali Kota juga akan memberlakukan pengawasan dan evaluasi selama dua minggu sebelum memberlakukan peraturan tersebut.

“Perwali Nomor 55 Tahun 2020 belum resmi kita berlakukan, ini masih masuk tahapan sosialisasi,” ujarnya saat jumpa pers dengan awak media di rumah dinas Wali Kota, Selasa (14/7/2020) siang.

Lebih lanjut Ning Ita menyebut, ada sejumlah tahapan yang harus dilalui sebelum kebijakan tersebut positif diberlakukan. Diantaranya harus melewati masa sosialisasi, pengawasan serta evaluasi terlebih dahulu.

“Semua ada masanya, soasialisasi kita beri waktu selama 4 minggu, karena banyak lokus sasaran yang menjadi obyek sosialisasi perwali tersebut. Setelah itu baru kita lakukan evaluasi serta pengawasan sebelum kemudian dijalankan,” sergahnya.

Ia juga menandaskan, jika tak menutup kemungkinan terjadi perubahan yang fleksibel dalam perwali tersebut nantinya. Ini lantaran, Pemkot Mojokerto masih terbuka untuk menerima masukan dari elemen masyarakat yang terlibat dalam tim gugus tugas percepatan penanggulangan covid – 19 Kota Mojokerto.

“Kita tidak kaku dalam menerapkan aturan, kita penuhi dulu apa yang menjadi kekurangan sebelum akhirnya diberlakukan. Intinya Perwali ini kita terapkan bukan untuk menakuti masyarakat tapi lebih kepada melindungi masyarakat dari ancaman virus berbahaya ini,” ujarnya.

Berita Terkait