ADVERTISEMENT

Pendowo Bangkit VS PT. PRIA Berlanjut

Foto : masyarakat pendowo tunjukan pernyataan banding
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on google
Foto : masyarakat pendowo tunjukan pernyataan banding

Lenteramojokerto.com | Mojokerto – Perjuangan rakyat Lakardowo melawan PT. PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) atas pencemaran limbah B3 yang dinilai mecemari lingkungan warga Desa setempat terus berlanjut.

Dalam putusan No 4/pdt.6/LH/2020 PN MJK. Pengadilan Negeri Mojokerto menolak Gugatan Pengugat seluruhnya dan mengukum pengugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp.1.500,000 (satu juta lima ratus ribu rupiah). Atas dasar hal tersebut puluhan warga desa Lakardowo yang mengatasnamakan Pedowo Bangkit dengan di dampingi Advokat Yayasan ECological Oberservation and Wetlands Conservation (ECOTON FOUNDATION) melakukan aksi longmarc atau jalan kaki dari Desa Lakardowo menuju Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto jalan RA Basuni Sooko Mojokerto.

Aksi jalan kaki tersebut berjarak kurang lebih 20 kilometer, setidaknya membutuhkan waktu Kurang lebih empat jam, Puluhan warga setlah sampai di PN Mojokerto mereka langsung melakukan ikrar dan doa bersama di depan PN Mojokerto.

Heru Siswoyo sekretaris Pendowo Bangkit mengatakan bahwa, dirinya menyatakan banding atas putusan dari pengadilan Negeri Mojokerto yang menolak seluruh gugatan dari warga lakardowo atas PT PRIA.

“Dalam ikrar ini kami akan terus berjuang menuntut keadilan atas lingkungan yang bersih dan sehat bebas dari timbunan limbah B3,” kata Heru Siswoyo.

Lebih lanjut Heru menilai, Dalam putusan tersebut terkesan kucing-kucingan dan tidak ada ketok palu dari majelis hakim, sehingga terkesan proses putusan tidak terbuka.

Berita Terkait