ADVERTISEMENT

Pedagang Buah Positif Covid 19, Ini kebijakan Pemkot Mojokerto

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Foto Foto : pasar buah di kawasan pasar tanjung mojokerto
Foto : pasar buah di kawasan pasar tanjung mojokerto

lenteramojokerto.com – Pasca adanya pasien ke 10 yang merupakan perempuan berinisial K (55) istri dari pasien ke 9 M (59) warga Kelurahan Kedundung yang memiliki aktifitas sebagai penjual buah di pasar tanjung pemerintah kota Mojokerto lakukan langkah kebijakan ganjil genap guna mengurangi penyebaran Covid 19 secara masif.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo mengatakan, pemberlakuan skenario ganjil genap di pasar Tanjung Anyar diberlakukan sejak Minggu (31/5/2020) akhir bulan lalu, Pemberlakuan skenario itu hanya khusus pedagang pasar Tanjung Anyar yang ada di jalan KH Nawawi.

BACA JUGA :  Ikfina Resmikan Pasar Kaget Di Desa Bening

“ Pemberlakuan sistem ganjil genap di berlakukan bagi pedagang yang ada di jalan KH Nawawi, kalau pemberlakuan berdasarkan keterangan Disperindag sudah sejak hari Minggu kemarin,” kata Gaguk.

Lebih lanjut Gaguk menjelaskan, setidaknya terdapat 104 kios pedagang yang diberlakukan skenario ganjil genap. Para pedagang mendapatkan nomor dari petugas Disperindag.

“Jadi ketentuannya, kalau hari ini nomor ganjil besok yang nomor genap yang boleh buka, hal itu kita berlakukan sejak adanya pedagang yang terkonfirmasi positif Covid 19 ” jelasnya.

BACA JUGA :  Pria Di Mojokerto Tewas Terlindas Truk Gandeng Saat Hindari Kubangan Air

Ia adalah M (59) warga Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto yang mengikuti rapid test bersama pedagang lain yang diselenggarakan pekan lalu dan hasilnya reaktif Covid-19. Selanjutnya, pasien menjalani swab test.

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest

Berita Terkait

Menarik_ Lainnya

Berita Lainnya

Lentera Sastra