ADVERTISEMENT

Situs Grogol, Benarkah Permukiman kaum Bangsawan di Jaman Majapahit

foto : Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim Wicaksono Dwi Nugroho saat meneliti situs
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on google
foto : Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim Wicaksono Dwi Nugroho saat meneliti situs

lenteramojokerto.com | Struktur purbakala pada zaman Majapahit kembali ditemukan di Kabupaten Mojokerto. Temuan baru ini berada di Dusun Grogol, Desa Dukuhngarjo, Kecamatan Jatirejo.

Struktur purbakala itu ditemukan di lahan yang dikelola warga setempat untuk kerajinan bata merah.

Sruktur purbakala yang baru ditemukan berupa umpak berukuran 74 x 74 x 54 cm. Bangunan ini tersusun dari bata merah kuno yang masing-masing berdimensi 34 x 20 x 5 cm. Di sebelah selatannya juga ditemukan 2 umpak dari bata merah berukuran 60 x 60 cm.

Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, struktur dari bata merah yang ditemukan para perajin bata merah berupa umpak.

“Selain itu juga ditemukan pecahan tembikar sisa jambangan atau wadah air, ukel atau hiasan pinggir atap rumah, genteng, kendi, porselin atau keramik,” katanya, saat meninjau temuan baru di situs Grogol. Menurut dia, situs Grogol merupakan sisa permukiman kaum bangsawan pada masa Majapahit. Fragmen keramik atau porselin yang ditemukan di situs ini berasal dari Dinasti Yuan dan Ming yang berkuasa di China pada abad ke 14 dan 15 masehi.

“Dari situ kami perkirakan permukiman ini satu masa dengan kota raja Majapahit. Temuan ini mencirikan kompleks permukiman bangsawan. Adanya sisa-sisa perabotan berbahan porselin atau keramik kita bisa menduga ini sisa permukiman orang kaya atau menengah ke atas. Karena dari segi harga sangat mahal pada masa itu,” terangnya.

Berita Terkait